Mendengarkan musik di dalam ruangan yang dilengkapi peredam suara memang menyenangkan. Namun, peredam suara tersebut tidak dapat meredam suara-suara lain di dalam ruangan yang sama, contohnya saja saat Anda pergi ke tempat gym. Untuk itulah diciptakan teknologi headphone maupun earphone yang dilengkapi dengan fitur active noise canceling.
Noise Canceling Pada Headphone & Earphone
Noise canceling merupakan fitur yang kini sudah banyak ditanamkan pada headphone dan earphone (termasuk TWS) untuk menciptakan pengalaman mendengarkan musik tanpa terganggu background noise.
Headphone dan earphone zaman dulu tidak dilengkapi dengan sistem noise canceling, oleh karena itu ketika Anda mendengarkan musik di tempat ramai seperti saat olahraga outdoor, saat bekerja di cafe bahkan di kantor, Anda masih dapat mendengarkan kebisingan-kebisingan di sekeliling Anda.
Kebisingan yang mengganggu tersebut mengakibatkan orang-orang yang mendengarkan musik tak jarang meningkatkan volume musik hingga ke titik tertinggi untuk mengubur kebisingan-kebisingan tersebut.
Langkah tersebut seringkali sukses, sayangnya akan menimbulkan efek buruk: jika Anda mendengarkan musik pada volume maksimal selama lebih dari satu jam maka telinga Anda makin lama akan terasa lelah. Jika Anda melakukannya hampir setiap hari, maka Anda akan mengalami penurunan kemampuan pendengaran dini. Jika umumnya manusia baru mengalami pengurangan kemampuan mendengar di usia 40 tahun ke atas, bisa jadi Anda mengalaminya di bawah 40 tahun.
Oleh karena itu fitur noise canceling diciptakan agar siapapun dapat mendengarkan musik tanpa terganggu kebisingan di sekitarnya tanpa perlu mengorbankan kesehatan pendengaran mereka.
Bagaimana Cara Kerja Active Noise Canceling?
Pertanyaannya adalah bagaimana noise canceling bekerja? Kenapa tidak semua produsen headphone/earphone menyediakan fitur ini pada produk mereka, dan mengapa headphone, earphone, dan TWS yang dilengkapi dengan fitur ini memiliki harga yang lebih mahal?
Untuk memahaminya maka kita perlu memahami hal paling dasar dahulu, yaitu suara (sound) dan kebisingan (noise).
Apa Itu Suara dan Kebisingan?
Suara yang kita dengar sebenarnya hanya wujud dari kompresi dan dekompresi partikel-partikel di dalam medium tempat ia mengalir/bertransmisi. Dalam konteks ini, medium yang kita bicarakan adalah udara.
Bayangkan suara sebagai riak di udara. Partikel-partikel yang bergerak ini menyebabkan perubahan tekanan udara yang sangat kecil dan cepat. Kita sebut ukuran perubahan tekanan ini dengan nama amplitudo. Telinga dan otak kita mendeteksi dan mengartikan perubahan tekanan tersebut sebagai suara.
Jika Anda memetakan amplitudo dari waktu ke waktu, Anda akan mendapatkan bentuk gelombang seperti yang digambarkan di atas. Semakin besar amplitudo, semakin keras suara. Semakin cepat perubahannya, semakin tinggi nadanya.
Suara dapat berupa suara yang diinginkan dan suara yang tidak kita inginkan. Suara yang enak didengar dan suara yang tidak enak didengar. Suara yang tidak enak didengar dan tidak kita inginkan itulah yang kita sebut sebagai kebisingan (noise).
Bagaimana Headphone Membatalkan Kebisingan dari Luar Perangkat?
Headphone yang Anda gunakan meredam atau menghentikan kebisingan di sekeliling Anda dengan trik yang disebut “phase inversion” untuk menciptakan “anti-noise”. Konsepnya sederhana, tetapi terkadang sulit diterapkan dengan benar.
Jika ada dua gelombang identik lalu disejajarkan dengan mencocokkan puncak dan palungnya maka dapat dikatakan bahwa kedua gelombang tersebut sefase (satu fase), yang jika dijumlahkan menghasilkan gelombang yang lebih besar (suara yang lebih keras). Namun, apa yang terjadi jika Anda menunda salah satu gelombang tepat pada setengah panjang gelombang, mencocokkan palung dengan puncak gelombang lain seperti pada gambar berikut?
Kedua gelombang tersebut kemudian akan berbeda fase dan akan saling mengurangi kekuatan karena tekanan positif dari satu gelombang berlawanan dengan tekanan negatif gelombang lainnya, dan sebaliknya.
Bayangkan Anda hitung-hitungan berikut 0 + 1 - 1 maka hasilnya tetap 0. Inilah konsep yang digunakan di balik active noise canceling, hanya berupa fisika dasar. Namun, apakah penerapannya pada headphone/TWS sesederhana itu?
Apakah Sistem Noise Canceling Menggunakan Mikrofon?
Agar dapat menghasilkan fitur noise canceling, headphone tidak semata-mata menggunakan konsep fisika dasar di atas. Headphone harus terus-menerus memantau dan mengambil sampel kebisingan di sekitar caranya dengan menggunakan mikrofon kecil.
Headphone “mendengarkan” kebisingan di sekitar Anda, lalu perangkat elektronik internal di dalamnya akan memprosesnya. Selain musik yang Anda putar, headphone menciptakan suara yang berlawanan arah dengan gelombang kebisingan tersebut untuk meredamnya sehingga yang Anda dengar hanya musik yang Anda putar, Anda tidak akan mendengar suara di sekitar Anda.
Namun, dalam praktiknya tentu headphone tidak bisa 100% meredam kebisingan di sekitar Anda. Suara konstan seperti dengungan mesin kulkas yang berbunyi terus-menerus lebih mudah dikenali oleh headphone dibandingkan dengan suara yang tiba-tiba muncul seperti suara klakson, suara orang berteriak hingga suara ledakan.
Meskipun seluruh headphone noise canceling memiliki cara kerja yang sama, tetapi satu headphone dapat lebih baik dibandingkan handphone lainnya. Sesuaikan saja dengan kebutuhan Anda mana yang kira-kira paling tepat.
Apakah Fitur Noise Canceling Menyebabkan Pusing?
Sebagian orang yang telah mencoba headphone dengan fitur noise canceling merasakan pusing bahkan disorientasi saat menggunakan headphone tersebut. Dalam beberapa kasus, sakit dan mual juga terjadi, tetapi dalam kebanyakan kasus hal ini disebabkan oleh hal lain, yang dipicu oleh ANC (active noise canceling), bukan sebaliknya. Jadi, ANC seharusnya tidak menjadi satu-satunya penyebab masalah ini.
Salah satu teori yang menjadi penyebab kenapa beberapa orang merasa pusing, mual, hingga disorientasi ketika menggunakan headphone berfitur ANC karena noise canceling dapat menghasilkan getaran pada frekuensi yang sangat rendah yang merangsang reseptor keseimbangan yang terhubung ke stereocilia telinga manusia, yaitu sel-sel rambut pada telinga kita.
Kemudian, reseptor, reseptor secara keliru memberitahu otak bahwa kepala sedang bergerak meskipun mata kita terpaku. Pesan yang membingungkan ini mengelabui otak sehingga otak mengira sedang mengalami gerakan, dengan demikian menyebabkan pusing.
Salah satu cara menghindari efek samping ini adalah dengan mengurangi intensitas penggunaan headphone/TWS berfitur ANC. Misal, tidak lebih dari 3 jam sehari. Jika masih pusing maka dapat dikurangi lagi.
Ingin mendapatkan lebih banyak informasi menarik seputar musik, suara, dan akustik? Follow Instagram, TikTok, dan subscribe channel Youtube MyStudio Acoustic untuk mendapatkannya. Hubungi WhatsApp kami untuk konsultasi seputar peredaman ruangan/peredam suara.